Fakta Menarik! 5 Orang Terkaya di Dunia Tahun Ini

outsidethearc – Pada Februari 2026, daftar orang terkaya di dunia masih didominasi oleh tokoh-tokoh besar dari sektor teknologi. Elon Musk menempati posisi pertama dengan kekayaan mencapai US$857 miliar atau sekitar Rp14.405 triliun.

Jarak kekayaan Elon Musk dengan peringkat kedua sangat jauh. Larry Page berada di posisi kedua dengan kekayaan US$255,2 miliar atau sekitar Rp4.288 triliun. Artinya, Elon Musk unggul lebih dari US$600 miliar dari posisi kedua.

Secara umum, daftar 7 orang terkaya dunia pada periode tersebut menunjukkan bahwa industri teknologi masih menjadi sumber kekayaan terbesar bagi para miliarder dunia.

Berikut Adalah 7 Daftar Orang Terkaya di Dunia :

1. Elon Musk

Elon Musk Owes His Success to Coming in Second Place | Scientific American

Elon Musk kembali menjadi orang terkaya di dunia pada tahun 2026 dengan kekayaan sekitar US$794 miliar. Kekayaan ini membuatnya jauh unggul dibanding miliarder lainnya. Sumber utama hartanya berasal dari perusahaan besar seperti Tesla dan SpaceX, yang terus mengalami pertumbuhan pesat di industri teknologi dan inovasi.

Sebagian besar kekayaan Elon Musk berbentuk saham, sehingga nilainya bisa naik turun mengikuti pasar. Meski begitu, posisinya tetap kuat di puncak karena bisnisnya terus berkembang, mulai dari kendaraan listrik, roket luar angkasa, hingga teknologi masa depan. Hal ini menjadikan Elon Musk tidak hanya sebagai orang terkaya, tetapi juga sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia saat ini.

2. Larry Page

Google cofounder Larry Page overtakes Jeff Bezos as the third richest  person in the world following an Alphabet stock surge | Fortune

Larry Page adalah salah satu pendiri Google dan mantan CEO Alphabet Inc.. Ia lahir pada 26 Maret 1973 di Amerika Serikat dan dikenal sebagai tokoh penting di balik perkembangan mesin pencari terbesar di dunia.

Pada tahun 2026, Larry Page berada di posisi kedua orang terkaya di dunia dengan kekayaan sekitar US$255 miliar. Kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di Google (Alphabet) serta investasi di berbagai proyek teknologi masa depan.

Larry Page dikenal sebagai inovator yang berperan besar dalam mengubah cara manusia mencari informasi di internet. Bersama rekannya, ia membangun Google menjadi perusahaan teknologi raksasa yang digunakan miliaran orang setiap hari.

3. Sergey Brin

Read Sergey Brin's Resume From 1996, 2 Years Before He Cofounded Google -  Business Insider

Sergey Brin adalah salah satu pendiri Google bersama Larry Page, yang kemudian berkembang menjadi bagian dari Alphabet Inc.. Ia lahir pada 21 Agustus 1973 di Rusia dan dikenal sebagai sosok penting di balik kemajuan teknologi mesin pencari yang kini digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia.

Pada tahun 2026, Sergey Brin termasuk dalam jajaran orang terkaya dunia dengan kekayaan ratusan miliar dolar. Sumber kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di Alphabet serta berbagai investasi di bidang teknologi. Ia dikenal sebagai inovator yang membantu mengubah cara manusia mengakses informasi di era digital.

4. Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg: Biography, Entrepreneur, Facebook, Meta

Mark Zuckerberg adalah pendiri Facebook yang kini berada di bawah perusahaan Meta Platforms. Ia lahir pada 14 Mei 1984 di Amerika Serikat dan dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi.

Pada tahun 2026, Mark Zuckerberg termasuk dalam jajaran orang terkaya dunia dengan kekayaan ratusan miliar dolar. Kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di Meta serta pengembangan teknologi seperti media sosial dan metaverse, yang terus berkembang dan digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia.

Jeff Bezos biography, quotes and net worth - Toolshero

Sebagai penutup, deretan orang terkaya dunia seperti Elon Musk, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Larry Page, hingga Sergey Brin menunjukkan bahwa kekayaan luar biasa lahir dari inovasi, kerja keras, dan keberanian mengambil risiko. Mereka tidak hanya membangun bisnis besar, tetapi juga menciptakan perubahan besar dalam dunia teknologi yang berdampak bagi kehidupan banyak orang. Lalu, apakah kamu siap untuk mulai mengejar kesuksesanmu sendiri?

Kontroversi Penurunan Harga Starlink di Indonesia Memicu Debat Persaingan Usaha

outsidethearc.com – Keberadaan Starlink di pasar Indonesia telah memicu diskusi hangat terkait kebijakan penetapan harganya. Baru-baru ini, perusahaan yang dimiliki oleh Elon Musk ini, telah menurunkan harga perangkat kerasnya secara signifikan dari Rp7,8 juta menjadi hanya Rp4,6 juta, sebagai bagian dari promosi yang berlangsung hingga 10 Juni.

Kebijakan penurunan harga ini telah menimbulkan kecurigaan mengenai praktik predatory pricing, yang kemudian mengundang perhatian Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Untuk membahas isu ini, KPPU mengadakan Forum Group Discussion pada hari Rabu, tanggal 29 Mei, melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), dan perwakilan dari Starlink Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, Starlink dituduh menggunakan strategi predatory pricing dengan menawarkan diskon hingga 40% untuk perangkat kerasnya setelah memasuki pasar ritel di Indonesia. Namun, anggota KPPU, Hilman Pujana, menyatakan bahwa tuduhan predatory pricing memerlukan bukti lebih lanjut dan tidak dapat dijustifikasi hanya dengan penjualan produk yang lebih murah.

Starlink, melalui kuasa hukumnya, membantah keras tuduhan bahwa mereka melakukan predatory pricing. Krishna Vesa, Senior Associate dari Soemaipradja & Taher, menegaskan bahwa penurunan harga tersebut adalah bagian dari promosi sementara dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Meskipun demikian, ASSI menyoroti perbedaan harga yang signifikan antara layanan dan perangkat Starlink dengan penyedia layanan satelit lokal. Sekjen ASSI, Sigit Jatiputro, menunjukkan bahwa harga layanan unlimited terendah dari VSAT lokal adalah Rp3,5 juta, sedangkan Starlink hanya Rp750.000. Sigit juga mencatat bahwa harga perangkat termurah di pasar lokal adalah Rp9,1 juta, sementara harga promosi Starlink hanya Rp4,6 juta.

Penurunan harga yang agresif dari Starlink telah membawa isu persaingan usaha ke permukaan di Indonesia, dengan berbagai pihak yang terlibat dalam debat tentang keadilan dan keberlanjutan harga dalam industri satelit. KPPU masih akan melanjutkan investigasi untuk menentukan apakah ada pelanggaran terhadap praktik persaingan yang sehat di pasar.